Monday, 6 October 2014

Menyelusuri lautanNya dan Mengapai langit biru

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh sahabat

Apa khabar kalian? Diharap baik-baik hendaknya. InshaAllah. Oh yaa, lupa pulak, bagaimana dengan iman? Iman sihat? Moga sentiasa ingat setiap masa padaNya, tanpa Dia siapa kita di sini berpijak dibumiNya yang diciptakan buat makhluknya.
Sebelum ni, pernah dibincangkan berkenaan dengan betapa 'pentingnya ilmu'. Ilmu. Ilmu tidak akan datang dengan sendirinya. Ilmu dicari walau dimana sumbernya. Kita boleh belajar melalui apa yang kita nampak disekeliling kita, apa yang kita rasa, sentuh, hidu dan seumpamanya. Alam merupakan contoh terbaik untuk menimba ilmu dan juga guru kepada manusia sejagat. Namun, pencarian ilmu itu tidak semudah apa yang kita fikirkan/tanggapkan kerana hadirnya dugaan dan rintangan. Walhal ini membuatkan mata kita terbuka besar, kuping luas mendengar dan minda bergerak pantas karna sentiasa memikirkan sesuatu yang tiba. Kenapa? Bagaimana boleh ini terjadi? Kenapa diri yang kena? Kenapa buku sejarah ini terdapat tompok-tompok hitam mencalari diri? Dah sampai ketahap ini, tetapi mengapa masih menimpa?
sekejap.. bangun otak yang malas!! kau telah rosakkan hatimu sendiri! Iman mu!!
Allah tetap bersama dengan orang yang sabar, la tahzan. Setiap dugaan tetap ada penawarnya.

“Hai orang-orang yang beriman,
jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.” 
(Al Baqarah : 153)

Lantaran itu, masalah yang hinggap dibahu kita, tetap kita rasakan beban tuk memikulnya. Namun, masalah yang kita rasakan itu akan terasa kurangnya, jika kita ikhlas menerimanya. InshaAllah, bersyukur dengan apa yang kita kecapi masa ini. Islam itu indah dan mudah.

Puisi : Syukur

Oh,
Senja menjemputku pulang dari masa bisu,
Waktu itu,
Ku duduk dipinggir sepi
sawah hijau terbentang luas
manusia lalu-lalang berjumpa pondok tidur
Begitu juga layang-layang berkeliaran
Bersapa sesamanya menuju merdeka
Hebat ciptaan Maha Kaya,
Mewarnai alam semesta,
Penuh suasana mesra
Ku tertunduk tak terkata
bisikan hatiku terhiris juga,
Namun, 
ku setia menanti senyuman bunga
Kerna kemekarannya tak luput menyinari
lembaran mukasurat seterusnya,
ku senang ungkapkan,
Alhamdulilah,
Karna Kau masih beriku 
nikmatMu ya Allah..


Adamfurqan
6 Oktober 2014

Puisi : Nakhoda cinta

Menyelusuri lautanNya, menggapai langit biru, 
Ku terbang diangkasa melihat awan-awan berarak..
Pemandanganku ke sana,
Kapal menuju samudera
bukan sembarangan bergerak,
Kalau bukan dengan harapan..
aku nakhoda cinta,
ku gadaikan bahtera sebagai jihad 
Nafas angin berpergian mencari kasihsayang,
Agar semangat kubawa pulang
kejayaan kepangkuan ..


Adamfurqan
6 Oktober 2014

"Seorang nakhoda kapal pun pernah mengalami kesulitan melangkah samudera menuju kedestinasinya, inikan pula kita seorang ilmuan yang punya harapan mencapai cita"

Sertakan niat ikhlas melakukan sesuatu perkara,
Sampai jumpa lagi..


Adamfurqan 
Salam Aidiladha

Thursday, 2 October 2014

Bangku Sepi, Di sini semuanya bermula...

Assalamualaikum  Warrahmatullahi Wabarkatuh, selamat pagi sahabat yang dihormati.
Bangku Sepi. Sebelum menghuraikan apa makna disebalik sajak ini, ada baiknya kita tengok dulu permaknaan bagi kosa kata yang tertera di atas. Makna 'bangku' menurut pusat rujukan persuratan melayu(prpm), antaranya ialah tempat duduk yang diperbuat daripada papan dsb dan diberi berkaki, dan biasanya tiada tempat bersandar. Manakala makna bagi 'sepi' pula menurut (prpm) ialah 1)tidak riuh-rendah;sunyi;senyap 2)bersendirian ditempat sunyi, mengasingkan diri, memencil diri dsb.

Di sini semuanya bermula..
Bangku yang telah lama ku tinggalkan, 
tetap menjadi kenangan abadi,
Sumber inspirasi dalam hidupku selamanya,
Disitu, 
tempat saat ku terngaga menunggu keputusan Cambridge O 'level'.. 
tempat mencium kenangan pahit pabila dimungkiri janji palsu belaka,
Saat ketawa dan senyum diwajah selumber didepan rakan-rakan, 
namun dalam diam, 
hatiku meronta diserbu dan dijerat ujianNya..
Kegagalan menembak hati yang telah tersakiti menjadi lebih parah berdarah..
apakah disebalik semua ini?

Bangku yang lama diam dan bisu,
Menjadi saksi penderitaan kualami,
Tempat penenang sewaktu ku gusar menghadapi masalah,
Dalam kemalapan yang hadir seumur hidupku,
dibangku itulah menjadi penemanku, dimana ku melihat mereka gembira,
suka dengan kerjayanya,
bicara mereka,
tingkahlaku dan cara mereka. 
Sukarku bangkit,
Ku duduk selama umurku berganjak    setahun dua..

Namun, ku masih anggap semua itu beza dan samar belaka,
kerna siapa kita menilai fizikal, hati dan nasib manusia itu semua sempurna ? 
Terkadang kita anggap punya segala-segalanya di dunia tapi tidak pada kebahagiaan.
Itu hakikatnya.
Mereka setiap hari lalu lalang dihadapan mata, 
membuka mataku untuk mengenali kehidupan sebenar.
Gagal bukan bererti gagal segalanya. Ku merasakan perihnya kegagalan lantaran juga pada saat yang sama, hiba diperkatakan tanpa henti tentang keburukan 'pelajaran setinggi gunung'. Pelajaran tidak digunapakai buat masa ini kerna lebihkan kerjaya di usia muda adalah pilihan tepat dan efisen.

Aku hanya diam, dan bersabar. Merenung dibangku usang ini. Emosi terkadang tak selalu 'neutral' tuk hadapi benda remeh yang menyakitkan itu, namun apakan daya. Mulut orang sukar ditutup, 1000 kebaikan tak ada yang kata, pabila 1 kesalahan terlanjur? Mampuih, berjela-jela diperkatakan! apalah nasib. Tetapi, bukan ini yang ku maksudkan, dan bukan ini yang ku cuba rungkaikan. Hal silam ini merupakan hal yang membuatku tersenyum sendirian,
pabila mengenangkan semula kejadian. Tanpanya, ku bukan siapa-siapa di sini. Ku manusia biasa tak lekang dari berbuat silap pada siapa-siapa,
Ku hanya insan biasa..
Ku terkenang akan kata-kata senior sebelum ni, " belajar adalah peluang, masa depan adalah kerja". Ku rasa sayu mengenangkan jerih perih usaha yang bertubi-tubi coba dilawan dan ditangani, sungguhpun disekeliling membisiki tuk tunduk menyerah. Hati yang kental tidak akan pernah mengalah selagi hati kita ckp 'ya, ku tidak pernah menyerah'. Ku pilih jalan ini. Belajar. Belajar sampai keperingkat ini merupakan syukurku akan usahaku yang hampir padam. Hatiku bersenyum, mataku melebar, kupanjatkan kesyukuran, dan kudoakan kebaikan kepada mereka yang pernah singgah dalam hidup ini. Niat apa sekalipun dari mereka, ku tetap berterima kasih. Hadirnya mereka mewarnai lagi pengalamanku dalam mengecapi kejayaan.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupnnya..."
Al-Baqarah :286


Salam Juma'at, Adamfurqan

Wednesday, 1 October 2014

Penulis biasa, Adam..

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh dan salam perkenalan. InshaAllah, harap semuanya baik-baik saja di dalam menangani urusan sehari-hari, baik dari sudut kerja, kuliah, rumahtangga, tanggungjawab dan tidak lupa juga hubungan kita dengan Al-Khaliq dan hubungan kita dengan manusia. Saya selalu dengar dan baca ungkapan ini, "tak kenal maka tak cinta". Diriku selalu memikirkan potongan ayat tersebut. Apa mungkin perkenalan itu mewujudkan/membuahkan rasa cinta dihati kita ? Mungkinkah tiada perkenalan tersebut maka tidaklah lahirnya cinta? Atau cinta juga tak boleh hadir walaupun bertahun mengenali malah ada juga yang tak menyukainya.. Ini disebabkan keinginan dan kehendak hati yang tidak menepati citarasa. Hmmm apa sajalaa, di sini apa yang penting ialah saling mengenali dan bukan cinta semata. 
Sesuatu yang kita ucapkan itu datangnya dari hati, kalau bukan dari hati itu adalah luahan santai, gurau senda mahupun bicara biasa saja. Itu tidak menjadi masalah, apa yang penting di sini ialah selagi terdapat tujuan ingin berkarya, ingin menambah ilmu di dada, terokalah dengan cara apa sekalipun kerna menuntut ilmu  itu tiada batasannya. Sesuai dengan puisi yang pernah diutarakan oleh Imam Syafi'i tentang betapa pentingnya pencarian ilmu itu demi kemaslahatan manusia. Puisi tersebut berbunyi :-

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang



Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.


- Imam Syafi’i


Dengan adanya 'sharing' ilmu ini, kita dapat menambahkan dan memperkayakan 
lagi pengetahuan kita, dari tidak tahu kepada tahu,dari tahu kepada yang lebih tahu. Tak lupa juga, dengan perkongsian ini juga boleh menjalinkan ukhwuah antara kita, penulis dan pembaca. Diriku bukan sekadar penulis. Ku anggap penulisan ku ini adalah sebagai inspirasi dari babak-babak hidup yang pernah aku lalui. InshaAllah, niat yang baik akan dipermudahkan, olehNya. Amin Ya Rabb. Jika terdapat mesej yang baik ambilah ia sebagai pengajaran, tapi jika terdapat ketidakselesaan kepada pembaca, maafkanlah dan tegurlah diri ini yang masih muda berkarya. Yang baik datangnya dari Allah, dan yang buruk datangnya dari saya sendiri. InshaAllah kita bersua dilain waktu. :)

Salam perkenalan,
Adamfurqan,
Penulis biasa :)