Wednesday, 1 October 2014

Penulis biasa, Adam..

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh dan salam perkenalan. InshaAllah, harap semuanya baik-baik saja di dalam menangani urusan sehari-hari, baik dari sudut kerja, kuliah, rumahtangga, tanggungjawab dan tidak lupa juga hubungan kita dengan Al-Khaliq dan hubungan kita dengan manusia. Saya selalu dengar dan baca ungkapan ini, "tak kenal maka tak cinta". Diriku selalu memikirkan potongan ayat tersebut. Apa mungkin perkenalan itu mewujudkan/membuahkan rasa cinta dihati kita ? Mungkinkah tiada perkenalan tersebut maka tidaklah lahirnya cinta? Atau cinta juga tak boleh hadir walaupun bertahun mengenali malah ada juga yang tak menyukainya.. Ini disebabkan keinginan dan kehendak hati yang tidak menepati citarasa. Hmmm apa sajalaa, di sini apa yang penting ialah saling mengenali dan bukan cinta semata. 
Sesuatu yang kita ucapkan itu datangnya dari hati, kalau bukan dari hati itu adalah luahan santai, gurau senda mahupun bicara biasa saja. Itu tidak menjadi masalah, apa yang penting di sini ialah selagi terdapat tujuan ingin berkarya, ingin menambah ilmu di dada, terokalah dengan cara apa sekalipun kerna menuntut ilmu  itu tiada batasannya. Sesuai dengan puisi yang pernah diutarakan oleh Imam Syafi'i tentang betapa pentingnya pencarian ilmu itu demi kemaslahatan manusia. Puisi tersebut berbunyi :-

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang



Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.


- Imam Syafi’i


Dengan adanya 'sharing' ilmu ini, kita dapat menambahkan dan memperkayakan 
lagi pengetahuan kita, dari tidak tahu kepada tahu,dari tahu kepada yang lebih tahu. Tak lupa juga, dengan perkongsian ini juga boleh menjalinkan ukhwuah antara kita, penulis dan pembaca. Diriku bukan sekadar penulis. Ku anggap penulisan ku ini adalah sebagai inspirasi dari babak-babak hidup yang pernah aku lalui. InshaAllah, niat yang baik akan dipermudahkan, olehNya. Amin Ya Rabb. Jika terdapat mesej yang baik ambilah ia sebagai pengajaran, tapi jika terdapat ketidakselesaan kepada pembaca, maafkanlah dan tegurlah diri ini yang masih muda berkarya. Yang baik datangnya dari Allah, dan yang buruk datangnya dari saya sendiri. InshaAllah kita bersua dilain waktu. :)

Salam perkenalan,
Adamfurqan,
Penulis biasa :)

No comments:

Post a Comment