Sampai ketahap ini aku memerlukan kopi dan roti manis buat sajian slumber di hening hari. Sembang, sembang dan sembang membawa ke satu konversasi yang serius untuk dibicarakan. Aku teringat, akan kata-kata 'mereka' yang seakan menyentuh dan menggetarkan perasaan." Kau memang kau, yang pernah buat itu, buat ini. Kau buat salah, dan selamanya aku benci kau, aku inda terima keputusanmu, aku inda terima pendapatmu, cadanganmu" dan sewaktu dengannya. Oh yaa, ini jawapan yang ku beri setelah lama aku berfikir penafiannya dan tomahannya. Di "sana", mana mungkin kau gapai untuk pergi ke sana, mana mungkin diri yang kaya boleh membeli nasib, mana mungkin diri boleh yang cerdik mencari solusi untuk merubah tentang kejadian yang sudah-sudah.. Kecuali, mereka yang berganjak kedepan dan meneruskan hidup ke arah yang lebih baik.
Air kopi tetap berwarna hitam memekat. Fiziknya begitu mudah dinilai kerna semuanya tampak sederhana dan rasanya. Namun air kopi ini juga bakal tampak terkenal jika divariasi olahan dan resepinya. Cukup dengan bubuhan susu pekatnya, susu cair, mahupun gula dan perkakasnya yang membikin kopi yang tampak sederhana tadi berubah menjadi luarbiasa. Coba kita analogikan air kopi dengan kehidupan kita. Seseorang itu akan nampak biasa-biasa saja jika sifat yang 'awesome' kurang dipraktiskan dalam diri kita. Untuk menjadikan diri lebih mantap, air kopi yang sebetulnya tiada diolah dan diadun itu tadi, pabila ianya di 'upgrade' dengan resepi yang lebih baik dan penuh dengan senyuman ia bakal memberikan satu nikmat yang terindah buat penggemar kopi, begitu juga yang dinikmati oleh seseorang yang mengisi kekosongan dengan sifat murni dan nilai indahnya hidup. Dan dengan itu, tiada masalah untuk tampak biasa-biasa saja tetapi untuk menjadi luarbiasa itu adalah yang terbaik dan 'ohsem'. Ukir senyuman selalu dan selamat menikmati 'air kopi'. :)
Adamfurqan
Bicara hati
No comments:
Post a Comment